Pendidikan

UJICOBA MODUL PSIKOEDUKASI PREVENSI INTENSI PERNIKAHAN DINI

Masih di tempat yang sama (Balai Pertanian Kecamatan Burneh Kabupaten Bangkalan), namun waktunya yang berbeda. Minggu sebelumnya, tanggal 11-12 Pebruari 2020 peserta training of trainer lebih menitik tekankan pada sosialisasi tentang 5 (lima) modul. Dipertemuan tanggal 17-18 Pebruari 2020 lebih pada praktek semua modul yang sudah dirumuskan bersama di minggu sebelumnya.

Sebagaimana yang disampaikan minggu yang lalu, bahwa di dalam modul sudah detil tahapan-tahapan pelaksanaan, mulai dari apa yang dilakukan dan seterusnya. Bahasan dalam modul secara umum bisa dibagi dua, modul 1 dan 2 lebih ke knowledge atau pemahaman, sedangkan modul 3, 4, 5 lebih ke soft skill, keterampilan sosial, dan keterampilan emosi.

Dari sekian isi modul yang berbeda, masing-masing ada pengukurannya, kalau pengetahuan nanti lebih ke media tes pengetahuan, nanti kita buatkan instrument pre dan post nya dalam pelaksanaannya, misalnya pengetahuan akan perkembangan remaja, dia tahu tidak tentang perkembangan fisik dan psikisnya. Sedangkan, yang non kognitif ada instrument-instrumen tersendiri yang akan mengukur perubahan-perubahan yang dimaksudkan.

Selanjutnya, Abdul Muhid sebagai peneliti senior dan menjabat wakil Dekan Fakultas Psikologi dan Kesehatan UIN Sunan Ampel Surabaya, menekankan bahwa secara keseruluhan dari setiap modul ada ada pre-test ada post-test.

Asumsinya, dengan intervensi psikoedukasi ini anak/siswa yang meskipun terdeteksi baik yang faktual maupun secara instumentasi, mereka mempunyai kecenderungan untuk nikah dini. Upaya program psikoedukasi secara teoritis mampu menurunkan intensi, namun tidak menutup kemungkinan ada faktor-faktor yang lebih kuat, tentu itu di luar kuasa kita sebagai fasilitator.

Tampak peserta sedang mendiskusikan persiapan praktek modul psikoedukasi prevensi intensi pernikahan dini

Setelah Abdul Muhid selesai menjelaskan terkait modul, dilanjutkan Lailatul Muarafah Hanim mengondisikan peserta. Dosen Muda Fakultas Psikologi Universitas Turnojoyo Madura ini, mencoba mereview yang sudah disampaikan minggu sebelumnya terkait dengan modul program psikoedukasi.

Modul ini, sebagaimana yang disampaikan, isi besarnya sama dengan yang peserta terima, namun ada beberapa kelengkapan-kelengkapan yang nanti bisa membekali Bapak-Ibu ketika melakukan atau memfasilitasi proses pelatihan.

Agenda hari ini adalah praktek, saya bagi menjadi 3 kelompok, masing-masing kelompok ada 4 anggota, mohon tidak berisi satu sekolah yang sama agar bisa bertukar pikiran, nambah teman baru dan nanti bisa lebih dinamis belajarnya.

Kelompok 1

  1. Muhaimin
  2. Risa
  3. Zulfa
  4. Ros
  5. Yayuk

Kelompok 2

  1. Hasan
  2. Yani
  3. Indra
  4. Riski
  5. Rere
  6. Syafa

Kelompok 3

  1. Saifulloh
  2. Farid
  3. Hidayah
  4. Azizi
  5. Mufid

Setelah membagi perkelompok, Hanim mengingatkan kembali bahwa dalam 2 hari kedepan, peserta akan latihan full modul. Menyesuaikan dengan modul, ada beberapa bagian. Isi modul, antara lain;

Deskripsi singkat

Gambaran besar atau umum tentang tema masing –masing modul

Tujuan

Untuk apa modul ini disampaikan kepada peserta latih

Pokok materi dan sub pokok materi

Materi-materi yang penting yang perlu disampaikan atau difasilitasi para peserta latih untuk bisa memahami dan menerapan materi ini

Langkah dan proses pelatihan

Berisi beberapa langkah  tahapan-tahapan atau proses bapak dan ibu sebagai fasilitator

Materi pelatihan

Untuk  membantu bapak dan ibu memahami sebenarnya bapak ibu mau memfasilitasi apa, konsep-konsep penting untuk bapak ibu sebelum mengajar peserta latih)

Evaluasi

Untuk memastikan apakah peserta latih sudah bisa mencapai tujuan masing-masing modul

Hingga dua hari, peserta TOT tetap antusias, mengingat hal ini merupakan sumbangsih amal, berupa ikhtiar memperbaiki nasib anak bangsa. Untuk segala niat baik…Alfatihah!

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close