Perempuan & Anak

Guru SMP/MTs Langkap Burneh Bangkalan Mengikuti Seminar

Acara ini mulai diselenggarakan pada tanggal 11 Januari 2020, berlanjut hingga tanggal 12 Januari 2020. Tempat acara di Balai Pertanian Kecamatan Burneh Kabupaten Bangkalan.

Peserta dan undangan nampak sangat antusias dengan acara ini, hanya saja panitia dan peserta merasa kurang sempurna, dikarekan Ketua Penggerak PKK Kabupaten Bangkalan tidak bisa hadir, dikarenakan sedang benturan dengan kegiatan di Kabupaten Probolinggo.

Bapak Sekcam Burneh, Ibu Suci Herniningtyas mewakili Dinas Kesehatan Kabupaten Bangkalan dan Ibu Amina Rachmawati mewakili dari Dinas KB dan P3A menyempatkan diri untuk menghadiri acara tersebut. Sedangkan dari Dinas Pendidikan tidak ada yang mewakili.

Muniri sebagai Ketua LSM Konsensus Bhiruh Dheun sebagai Tuan Rumah program ini, mengawali sambutannya. Dalam sambutan tersebut, ia menyampaikan bahwa pernikahan dini menjadi isu yang masih hangat.

Berdasarkan data yang ada, angka pernikahan dini di Madura cukup menghawatirkan. Kabupaten Bangkalan menempati posisi kedua setelah Kabupaten Sumenep. Data pada tahun 2018 menunjukkan Angka persentase Kabupaten Sumenep sebesar 41,72%, Kabupaten Bangkalan 23,25% kemudian Kabupaten Pamekasan 19,39%  selanjutnya peringkat 4 Kabupaten Sampang  17,47%.

Merujuk pada skala kawasan Madura, Kabupaten Bangkalan masuk kategori mengkhawatirkan, maka melalui kegiatan ini diharapkan mampu menurunkan angka pernikahan dini.

Kegiatan Training of Trainer Program Psikoedukasi Prevensi Intensi Pernikahan Dini harus bisa bersinergi dengan komunitas “Guru SMP/MTS ” dimana para guru akan dibekali pengetahuan tentang Pernikahan Dini  dari beragam sudut pandang, antara lain Kesehatan Reproduksi ,Perkembangan Psikologis, Keterampilan Sosial dan seterusnya. Diharapkan nantinya, komunitas ini akan menjadi agen-agen yang bergerak menurunkan angka pernikahan dini melalui lembaganya masing-masing.

Sambutan selanjutnya disampaikan oleh Amina Rachmawati. Menurutnya, kegiatan ini merupakan salah satu program pemerintah, dimana untuk membangun suatu masyarakat yang ideal tentunya harus dimulai dari sepasang keluarga yang terdiri dari seorang suami dan istri. Seorang suami dan istri itu akan menjadi keluarga yang sehat  dan sukses manakala dalam merencanakan pernikahan itu dimulai sebelum pra nikah.

Bekal pemahaman akan tugas-tugas pokok tersebut, seperti memanage, mengorganisasi rencana dimasa depan nanti. Maka itu baru bisa dikatakan matang dan dewasa. Pendidikan keluarga menjadi pondasi masa tumbuh kembang anak, bagaimana seseorang anak bersikap, memahami konsekuensi tindakan, dan mengetahui konsep diri.

Maka benar jika keluarga adalah faktor eksternal  yang sangat signifikan berpengaruh terhadap pernikahan dini, selain lingkungan, teman, dan informasi digital. Program Prevensi Intensi Pernikahan Dini ini sejalan  dengan program kami di Dinas KB PP & PA yang bernama “Pendewasaan Usia Pernikahan”

Pendewasaan Usia Pernikahan digagas oleh pemerintah pusat atas kekhawatiran pemerintah pusat akan kesenjangan sosial yang terjadi di pelosok atau daerah dengan pusat. Pertumbuhan yang timpang antara pusat dan daerah diharapkan bisa terputus melalui program Pendewasaan Usia Pernikahan.

Kita harapkan semoga kegiatan training of trainer bisa di ikuti secara seksama sehingga kegiatan ini dapat membawa manfaat dan dapat membawa kebaikan untuk  tumbuh kembang anak-anak kita dalam rangka mensukseskan program pemerintah serta mewujudkan Indonesia yang agamis, makmur, dan sejahtera.

Akhir dari sambutan, Ibu Amina berkenan membuka acara; “Bapak dan Ibu yang saya hormati, Akhirnya dengan mengucap Bismillahhirohmanirrohim Kegiatan Training of Trainer dan Seminar Program Psikoedukasi Intensi Prevensi Pernikahan Dini Di Desa Langkap Kecamatan Burneh Kabupaten Bangkalan secara resmi saya nyatakan dibuka dan dimulai.

Semoga Allah swt meridhoi dan melancarkan apa yang kita lakukan pada hari ini”. Aaamiiin

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close